" IKATAN SILATURAHMI BAHAGIA DUA, KREO SELATAN "

Kamis, 03 September 2015

Wahai Rasul, Sungguh Ibuku Telah Pikun Lantaran Tua …

ibu anak lelaki laki laki
Ilustrasi Foto

Seorang Ibu telah dengan sabarnya merawat dan mendidik kita sejak kecil hingga dewasa. Dan setelah kita dewasa, hendaknya kita berpikir untuk membalas jasa ibu kita dengan berbalik mengurus dan merawatnya, sebagaimana ia mengurus dan merawat kita sejak kecil.

Seorang sahabat datang lantas berkata, “Wahai Rasulullah, sungguh ibuku telah pikun lantaran tua. Akulah yang beri makan minum dengan tanganku. Aku pun mewudhuinya, mengangkatnya di atas bahuku. Telahkah aku bayar semua jasa-jasanya untuk yang demikian itu?”

“Belum” jawab Rasulullah, “Sedikit pun belum. Pun satu persen. Namun engkau telah berlaku baik. Allah akan memberimu pahala yang banyak atas amalmu nan sedikit itu.”

Begitu besar jasa seorang ibu. Dan betapa besar pula pahala berbakti kepadanya. Seorang ibu dengan sungguh-sungguh telah berkorban demi kita, anaknya. Sebagai manusia kita tentu paham pengorbanan itu. Rasulullah SAW memberikan perbandingan untuk menunjukkan seberapa besar jasa seorang ibu. Ketika ada seorang sahabat yang merasa telah melakukan pekerjaan yang sangat besar jasanya kepada ibunya, beliau menyatakan itu belum cukup.

Kita bisa membayangkan betapa berbaktinya seorang anak yang memelihara ibunya di hari tua. Ia memberikan makan dan minum, menggendongnya kesana kemari untuk berbagai keperluan termasuk shalat dan thawaf. Apakah ada zaman sekarang anak yang berbuat demikian kepada ibunya? Yang ada di masyarakat saat ini, malah anak-anak itu hanya membayar orang lain untuk mengasuh ibunya. Untuk keperluan sehari-hari ia menyediakan seorang suster untuk merawatnya. Jika ibunya ingin melakukan ibadah thawaf ia cukup membayar kuli tandu untuk melaksanakannya.

Apabila direnungkan, sahabat Rasul saja yang mengurus ibunya dengan tangannya sendiri belum cukup untuk membayar jasa ibunya. Apalagi yang hanya membayar dan orang lain untuk mengurusi ibunya. Namun demikian, Rasulullah SAW memberikan motivasi. Bahwa yang dilakukan seorang anak dalam berbakti kepada orang tuanya, terutama ibu akan diganjar oleh Allah SWT dengan pahala yang besar. Meskipun dibanding jasa ibu perbuatan anak tersebut belum ada apa-apanya namun pahalanya cukup banyak.

Apabila anak yang berbakti kepada orang tuanya, meskipun sedikit, sudah mendapat pahala demikian besar, apalagi dengan pahala sang ibu yang jasanya jauh lebih besar. Seorang ibu yang ikhlas mengandung, melahirkan, memelihara dan membesarkan anaknya akan mendapatkan pahala yang jauh lebih besar dari pahala bakti sang anak. Begitu besar jasa ibu, begitu besar pula pahala yang berbakti kepadanya. Insya Allah.

Sumber: 
Hikmah dari Langit/Ust. Yusuf Mansur & Budi Handrianto/Penerbit: Pena Pundi Aksara/2007
Redaksi ISBAD 

Umar bin Khattab; Meluaskan Islam, Dari Mesopotamia Sampai Romawi

Ilustrasi Gambar
 Umar bin Khattab, salah seorang sahabat Nabi Muhammad yang juga menjadi khalifah kedua (634-644) dari empat Khalifah Ar-Rasyidin, adalah seorang sahabat Rasul yang utama. Namanya harum dan melampui lebih dari separuh zamannya sendiri, bahkan sampai kini. Siapakah Umar bin Khattab?
Ia memiliki nama lengkap Umar bin Khattab bin Nafiel bin abdul Uzza, terlahir di Mekkah, dari Bani Adi, salah satu rumpun suku Quraisy. Orangtuanya bernama Khaththab bin Nufail Al Mahzumi Al Quraisyi dan Hantamah binti Hasyim.
Keluarga Umar tergolong keluarga kelas menengah, ia bisa membaca dan menulis. Pada masa membaca dan menulis merupakan sesuatu yang jarang. Umar juga dikenal karena fisiknya yang kuat dimana ia menjadi juara gulat di Mekkah.
Sebelum Islam, sebagaimana tradisi kaum jahiliyah mekkah saat itu, Umar mengubur putrinya hidup-hidup. Sebagaimana yang ia katakan sendiri, “Aku menangis ketika menggali kubur untuk putriku. Dia maju dan kemudian menyisir janggutku”.
Mabuk-mabukan juga merupakan hal yang umum dilakukan Umar. Sebelum memeluk Islam, Umar suka meminum anggur. Setelah menjadi muslim, ia tidak menyentuh khamer sama sekali. Sehingga ada kisah, Pada malam hari, Umar bermabuk-mabukkan sampai Subuh. Ketika waktu Subuh tiba, beliau pergi ke masjid dan ditunjuk sebagai imam. Ketika membaca surat Al-Kafirun, karena ayat 3 dan 5 bunyinya sama, setelah membaca ayat ke 5, beliau ulang lagi ke ayat 4 terus menerus. Akhirnya, Allah menurunkan larangan bermabuk-mabukkan yang tegas.
Umar Memeluk Islam
Ketika Rasul pertama kali berdakwah, Umar adalah salah seorang yang sangat keras dalam melawan pesan Islam dan sering melakukan penyiksaan terhadap pemeluknya. Dikatakan bahwa pada suatu saat, Umar berketetapan untuk membunuh Muhammad saw. Saat mencarinya, ia berpapasan dengan seorang muslim (Nu’aim bin Abdullah) yang kemudian memberi tahu bahwa saudara perempuannya juga telah memeluk Islam. Umar terkejut atas pemberitahuan itu dan pulang ke rumahnya. Ia murka.
Di rumah, Umar menjumpai bahwa saudaranya sedang membaca ayat-ayat Al Qur’an (surat Thoha), ia menjadi marah akan hal tersebut dan memukul saudaranya. Ketika melihat saudaranya berdarah oleh pukulannya ia menjadi iba, dan kemudian meminta agar bacaan tersebut dapat ia lihat. Ia kemudian menjadi sangat terguncang oleh isi Al-Quran tersebut dan kemudian langsung memeluk Islam pada hari itu juga.
Umar adalah salah seorang yang ikut pada peristiwa hijrah ke Yathrib (Madinah) pada tahun 622 Masehi. Ia ikut terlibat pada perang Badar, Uhud, Khaybar serta penyerangan ke Syria. Pada tahun 625, putrinya (Hafsah) menikah dengan Nabi Muhammad.
Menjadi Khalifah
Pada masa Abu Bakar menjabat sebagai khalifah, Umar merupakan salah satu penasihat kepalanya. Kemudian setelah Abu Bakar meninggal pada tahun 634, Umar ditunjuk menggantikannya.
Selama pemerintahan Umar, kekuasaan Islam tumbuh dengan sangat pesat. Islam mengambil alih Mesopotamia dan sebagian Persia dari tangan dinasti Sassanid dari Persia (yang mengakhiri masa kekaisaran sassanid) serta mengambil alih Mesir, Palestina, Syria, Afrika Utara dan Armenia dari kekaisaran Romawi (Byzantium).
Sejarah mencatat banyak pertempuran besar yang menjadi awal penaklukan ini. Pada pertempuran Yarmuk, yang terjadi di dekat Damaskus pada tahun 636, 20 ribu pasukan Islam mengalahkan pasukan Romawi yang mencapai 70 ribu dan mengakhiri kekuasaan Romawi di Asia Kecil bagian selatan. Pasukan Islam lainnya dalam jumlah kecil mendapatkan kemenangan atas pasukan Persia dalam jumlah yang lebih besar pada pertempuran Qadisiyyah (th 636), di dekat sungai Eufrat. Pada pertempuran itu, jenderal pasukan Islam yakni Sa`ad bin Abi Waqqas mengalahkan pasukan Sassanid dan berhasil membunuh jenderal Persia yang terkenal, Rustam Farrukhzad. Pada tahun 637, setelah pengepungan yang lama terhadap Yerusalem, pasukan Islam akhirnya mengambil alih kota tersebut.
Umar melakukan banyak reformasi secara administratif dan mengontrol dari dekat kebijakan publik, termasuk membangun sistem administratif untuk daerah yang baru ditaklukkan. Ia juga memerintahkan diselenggarakannya sensus di seluruh wilayah kekuasaan Islam. Tahun 638, ia memerintahkan untuk memperluas dan merenovasi Masjidil Haram di Mekkah dan Masjid Nabawi di Medinah. Ia juga memulai proses kodifikasi hukum Islam.
Umar dikenal dari gaya hidupnya yang sederhana, alih-alih mengadopsi gaya hidup dan penampilan para penguasa di zaman itu, ia tetap hidup sebagaimana saat para pemeluk Islam masih miskin dan dianiaya.
Pada sekitar tahun ke 17 Hijriah, tahun ke-empat kekhalifahannya, Umar mengeluarkan keputusan bahwa penanggalan Islam hendaknya mulai dihitung saat peristiwa hijrah.
Umar bin Khattab dibunuh oleh Abu Lukluk, seorang budak pada saat ia akan memimpin shalat. Pembunuhan ini konon dilatarbelakangi dendam pribadi Abu Lukluk terhadap Umar. Peristiwa ini terjadi pada hari Rabu, 25 Dzulhijjah 23 H/644 M. Setelah kematiannya jabatan khalifah dipegang oleh Usman bin Affan.

Sumber :  

Mengapa Ridho Suami Itu Surga Untuk Para Istri



Ilustrasi Foto
Seorang suami tak pelak adalah seorang pemimpin dalam sebuah rumah tangga. Hingga, tak heran, dalam Islam, kedudukan seorang suami menempati beberapa keutamaan.

Utamanya adalah ridho seorang suami juga merupakan ridho Allah SWT. Tentu dalam koridor syariat yang sudah digariskan oleh Islam.

Berikut ini adalah enam alasan mengapa ridho suami adalah surga untuk para istri :

1. Seorang suami dibesarkan oleh ibu yang mencintainya seumur hidup. Namun ketika dia dewasa, dia memilih mencintai istrinya yang bahkan belum tentu mencintainya seumur hidup, bahkan sering kali rasa cinta kepada  istrinya lebih besar daripada cintanya kepada ibunya sendiri.

2. Seorang suami dibesarkan sebagai lelaki yang ditanggung nafkahnya oleh ayah dan ibunya sehingga dia meningkat dewasa. Namun sebelum dia mampu membalasnya, dia telah bertekad menanggung nafkah istrinya, perempuan asing yang baru sahaja dikenalinya dan hanya terikat dengan akad nikah tanpa ikatan rahim seperti ayah dan ibunya.

3. Seorang suami ridha menghabiskan waktunya untuk mencukupi keperluan anak-anak seorang istri dan istrinya. Padahal dia tahu, di sisi Allah, seorang istri lebih harus dihormati tiga kali lebih besar oleh anak-anak dibandingkan dirinya. Namun tidak pernah sekalipun seorang suami merasa iri hati, disebabkan suami mencintai istrinya dan berharap sang istri memang mendapatkan yang lebih baik daripadanya di sisi Allah.

4. Seorang suami berusaha menutupi masalahnya di hadapan seorang istri dan berusaha menyelesaikannya sendiri. Sedangkan seorang istri terbiasa mengadukan masalah pada suaminya dengan harapan dia mampu memberi penyelesaian. padahal mungkin saja di saat istri mengadu, suami juga sedang mempunyai masalah yang lebih besar. namun tetap saja masalah istrinya diutamakan berbanding masalah yang dihadapi sendiri.

5. Seorang suami berusaha memahami bahasa diam istri, bahasa tangisan istri. Sedangkan seorang istri kadang hanya mampu memahami bahasa lisannya saja. Itupun bila dia telah mengulanginya berkali-kali.

6. Bila seorang istri melakukan maksiat, maka dia akan ikut terseret ke neraka, karena dia ikut bertanggung jawab akan maksiat seorang istri. Namun bila dia bermaksiat, seorang istri tidak akan pernah dituntut ke neraka. Sebab apa yang dilakukan olehnya adalah hal-hal yang harus dipertanggung jawabkannya sendiri.

Redaksi ISBAD

Rabu, 02 September 2015

Suka Konsumsi Buah Sukun? Ternyata Ini Manfaatnya


buah sukun
Buah Sukun

Kandungan yang terdapat pada buah sukun mencapai berkali-kali lipat dari serat yang terkandung pada beras. Dengan kandungan serat tersebut buah sukun dapat membantu proses pencernaan. Manfaat buah sukun juga bisa digunakan untuk orang yang mengalami sakit diabetes karena dapat menurunkan kadar gula. Batang dan kulitnya juga memilki manfaat untuk obat mencairkan darah untuk wanita yang baru selesai melahirkan sekitar 8 sampai 10 hari. Bunga sukun yang dibakar kemudian menjadi arang juga dapat digunakan sebagai pbat sakit gigi.

Buah sukun mengandung karbohidrat yang tinggi dan asam amino esensial (isoleusin, methionin, lysine, histidine, tryptophan, valin) dimana kandungan mineral tersebut bisa digunakan untuk membantu sistem pencernaan, memperkuat gigi dan tulang, penyakit ginjal, yang mengalami sakit liver dan diabetes.

Kandungan lain yang terdapat pada buah sukun yaitu niasin, vitamin C, riboflavin, karbohidrat, kalium, thiamin, natrium dan besi. Pada kulit kayunya ditemukan senyawa turunan flavanoid yang terprenilasi yaitu artonol B dan sikloartobilosanton. Dengan kandungan yang banyak tersebut tentunya dapat memberikan manfaat yang sangat baik untuk kesehatan kita.

Selain buah dan batangnya ternyata daun sukun juga memilki manfaat yang banyak untuk kesehatan, seperti beberapa manfaat daun sukun di bawah ini.

Mengobati penyakit jantung
Daun sukun sangat baik untuk menjaga kesehatan pembuluh darah maupun jantung. Gunakan 1 lembar daun sukun tua yang masih berada di pohon. Daun sukun yang sudah tua memilki kadar kimia yang maksimal.

Membuat ginjal sehat
Dengan meminum rebusan air daun sukun secara rutin dan teratur dapat menyembuhkan ginjal yang sakit.

Menurunkan kolesterol
Selain untuk menjaga kesehatan gunjal dan jantung. Daun sukun juga dapat menurunkan kolesterol.

Mencegah kanker
 Daun sukun dapat mencegah inflamasi atau mencegah peradangan.

Menurunkan tekanan darah tinggi dan diabetes
Sukun yang telah berwarna kuning dapat menurunkan tekanan darah tinggi dan menurunkan gula darah. Karena daun sukun mengandung phenol, quercetin dan champorol dan juga dapat digunakan sebagai bahan ramuan obat penyembuh kulit yang bengkak atau gatal.
Itu dia manfaat buah sukun bagi kesehatan. Anda mau mencobanya?

Sumber: 

Kenapa Shalat Harus Menghadap Ka’bah?


mekkah kakbah kabah
Ilustrasi Gambar

Mungkin selama ini kita selalu bertanya setiap kali kita melakukan ibadah sekaligus rukun Islam nomor dua yaitu shalat kita selalu menghadap kiblat, atau dalam hal ini Ka’bah. Nah mengapakah sebenarnya harus menghadap Ka’bah?

Hal ini sebenarnya merupakan sejarah yang paling tua di dunia. Bahkan jauh sebelum manusia diciptakan di bumi, Allah swt telah mengutus para malaikat turun ke bumi dan membangun rumah pertama tempat ibadah manusia. Ini sudah dituturukan dalam Al-Quran: Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekkah) yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia . (QS. Ali Imran : 96).

Konon di zaman Nabi Nuh as, ka’bah ini pernah tenggelam dan runtuh bangunannya hingga datang masa Nabi Ibrahim as bersama anak dan istrinya ke lembah gersang tanpa air yang ternyata disitulah pondasi Ka’bah dan bangunannya pernah berdiri. Lalu Allah swt memerintahkan keduanya untuk mendirikan kembali ka’bah di atas bekas pondasinya dahulu. Dan dijadikan Ka’bah itu sebagai tempat ibadah bapak tiga agama dunia.

Dan ketika Kami menjadikan rumah itu (ka’bah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail: “Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf, yang i’tikaf, yang ruku’ dan yang sujud”. (QS. ). Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, (QS. Al-Hajj : 27).

Di masa Nabi Muhammad, awalnya perintah shalat itu ke baitul Maqdis di Palestina. Namun Rasulullah saw berusaha untuk tetap shalat menghadap ke Ka’bah. Caranya adalah dengan mengambil posisi di sebelah selatan Ka’bah. Dengan mengahadap ke utara, maka selain menghadap Baitul Maqdis di Palestina, beliau juga tetap menghadap Ka’bah.

Namun ketika beliau dan para shahabat hijrah ke Madinah, maka menghadap ke dua tempat yang berlawanan arah menjadi mustahil. Dan Rasulullah saw sering menengadahkan wajahnya ke langit berharap turunnya wahyu untuk menghadapkan shalat ke Ka’bah. Hingga turunlah ayat berikut :
Sungguh Kami melihat mukamu menengadah ke langit , maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai. Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orang-orang yang diberi Al Kitab memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan. (QS. Al-Baqarah : 144).

Jadi di dalam urusan menghadap Ka’bah, umat Islam punya latar belakang sejarah yang panjang. Ka’bah merupakan bangunan yang pertama kali didirikan di atas bumi untuk dijadikan tempat ibadah manusia pertama. Dan Allah swt telah menetapkan bahwa shalatnya seorang muslim harus menghadap ke Ka’bah sebagai bagian dari aturan baku dalam shalat.

Sumber : eramuslim

Selasa, 01 September 2015

6 Keutamaan Ibadah Haji

Tawaf di Ka'bah
 Sudah kita ketahui bersama bahwa haji adalah ibadah yang amat mulia. Ibadah tersebut adalah bagian dari rukun Islam bagi orang yang mampu menunaikannya. Keutamaan haji banyak disebutkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah. Berikut beberapa di antaranya:

Pertama: Haji merupakan amalan yang paling afdhol.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

سُئِلَ النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – أَىُّ الأَعْمَالِ أَفْضَلُ قَالَ « إِيمَانٌ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « جِهَادٌ فِى سَبِيلِ اللَّهِ » . قِيلَ ثُمَّ مَاذَا قَالَ « حَجٌّ مَبْرُورٌ »
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Amalan apa yang paling afdhol?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Beriman kepada Allah dan Rasul-Nya.” Ada yang bertanya lagi, “Kemudian apa lagi?” Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Jihad di jalan Allah.” Ada yang bertanya kembali, “Kemudian apa lagi?” “Haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1519)

Kedua: Jika ibadah haji tidak bercampur dengan dosa (syirik dan maksiat), maka balasannya adalah surga

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Dan haji mabrur tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga.” (HR. Bukhari no. 1773 dan Muslim no. 1349). An Nawawi rahimahullah menjelaskan, “Yang dimaksud, ‘tidak ada balasan yang pantas baginya selain surga’, bahwasanya haji mabrur tidak cukup jika pelakunya dihapuskan sebagian kesalahannya. Bahkan ia memang pantas untuk masuk surga.” (Syarh Shahih Muslim, 9/119)

Ketiga: Haji termasuk jihad fii sabilillah (jihad di jalan Allah)

Dari ‘Aisyah—ummul Mukminin—radhiyallahu ‘anha, ia berkata,

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ ، لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ »
“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)

Keempat: Haji akan menghapuskan kesalahaan dan dosa-dosa

Dari Abu Hurairah, ia berkata bahwa ia mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَجَّ لِلَّهِ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
“Siapa yang berhaji ke Ka’bah lalu tidak berkata-kata seronok dan tidak berbuat kefasikan maka dia pulang ke negerinya sebagaimana ketika dilahirkan oleh ibunya.” (HR. Bukhari no. 1521).

Kelima: Haji akan menghilangkan kefakiran dan dosa.

Dari Abdullah bin Mas’ud, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Ikutkanlah umrah kepada haji, karena keduanya menghilangkan kemiskinan dan dosa-dosa sebagaimana pembakaran menghilangkan karat pada besi, emas, dan perak. Sementara tidak ada pahala bagi haji yang mabrur kecuali surga.” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih)

Keenam: Orang yang berhaji adalah tamu Allah

Dari Ibnu ‘Umar, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda,
الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ
“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).

Begitu luar biasa pahala dari berhaji. Semoga kita pun termasuk orang-orang yang dimudahkan oleh Allah untuk menjadi tamu-Nya di rumah-Nya. Semoga kita dapat mempersiapkan ibadah tersebut dengan kematangan, fisik yang kuat, dan rizki yang halal.
Semoga Allah mengaruniakan kita haji yang mabrur yang tidak ada balasan selain surga.

Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.

Referensi: Ar Rofiq fii Rihlatil Hajj, Majalah Al Bayan, terbitan 1429 H
Redaksi ISBAD

Kapan Sebenarnya Kiamat?

kiamat
Ilustrasi Gambar

Pada awal tahun 2012, kita cukup digemparkan dengan berita tentang akan datangnya hari kiamat pada tahun tersebut. Sebagian besar orang, termasuk juga umat muslim di antaranya, banyak yang mempercayai tentang berita ini. Padahal sudah sangat jelas Allah SWT sampaikan bahwa Kiamat adalah perkara yang hanya Allah SWT yang mengetahuinya.

يَسْأَلُكَ النَّاسُ عَنِ السَّاعَةِ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِنْدَ اللَّهِ وَمَا يُدْرِيكَ لَعَلَّ السَّاعَةَ تَكُونُ قَرِيبًا
“Manusia bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari Kiamat. Katakanlah, ‘Ilmu tentang Hari kiamat itu hanya di sisi Allah.’ Dan tahukah engkau, boleh jadi Hari Kiamat itu sudah dekat waktunya,”(QS. Al-Ahzab: 63).

Orang-orang kafir sering bertanya tentang Kiamat. Pertanyaan mereka bisa jadi untuk menguji, atau untuk memperolok-olok Nabi, Allah SWT menegaskan bahwa pengetahuan tentang kapan akan terjadinya Hari Kiamat hanya milik Allah SWT.

Rasulullah SAW pernah bersabda, “Kunci-kunci kegaiban (mafaatiihul ghaib) ada lima. Selain Allah SWT tidak ada yang mengetahuinya: seseorang tidak mengetahui kapan Kiamat akan terjadi; seseorang tidak mengetahui kapan akan turun hujan; seseorang tidak mengetahui apa yang ada dalam rahim; seseorang tidak mengetahui apa yang akan dia perbuat esok; seseorang tidak mengetahui di mana dia akan meninggal,”(HR. Al-Bukhari).

Dalam surah al-Ahzab ayat 63 di atas, Allah SWT tidak memastikan bahwa Kiamat itu masih lama, tidak juga menegaskan bahwa Kiamat akan terjadi dalam waktu dekat.

Sekelompok yang mengatakan bahwa “Kiamat” akan terjadi tahun 2012 M, dengan beberapa alasan:
• Kalender bangsa Maya dimulai pada 3113 SM dan berakhir tanggal 21 Desember 2012 M
• Beberapa perkiraan bangsa Maya tentang fenomena astronomik terbukti benar dan benar-benar terjadi.
• Kesejajaran posisi tata surya pada bidang galaksi. Posisi matahari sejajar pada bidang galaksi Bimasakti dimulai tahun 1998 sampai 2016. Kesejajaran seperti ini berlangsung sekali setiap 25.800 tahun.
• Saat ini sedang terjadi pergeseran medan magnet bumi. Para ilmuwan percaya, pergeseran seperti ini pernah terjadi selama ratusan ribu tahun lalu dan setiap pergeseran berlangsung sekitar 100 tahun. Pergeseran berikutnya kini telah dimulai dan berlangsung lebih cepat dari yang diperkirakan (awalnya diperkirakan, pergeseran seperti ini baru akan terjadi awal abad ke-24 M).
• Kitab suci beberapa agama menyebutkan bahwa kiamat sudah dekat, meski tidak menyebutkan tanggal pastinya.
• Asteroid raksasa yang dinamai 433 Eros akan melintasi bumi pada 31 Januari 2012.
• “The Bible Code”, buku laris yang yang diterbitkan pada tahun 1998 yang menjelaskan kode-kode rahasia dalam Injil, memprediksi tahun 2012 merupakan akhir dunia.
• Beberapa ramalan Nostradamus mendukung perkiraan bahwa 2012 adalah Hari Kimat.

Semua itu adalah delapan alasan orang-orang yang berpendapat bahwa Kiamat akan terjadi pada tahun 2012.

Sementara dalam islam, sebagaimana ditegaskan dalam banyak ayat dan hadits nabi SAW, pengetahuan tentang kapan waktu pasti terjadinya Kiamat hanya milik Allah SWT. Akan tetapi, Rasulullah SAW dalam beberapa hadits yang diriwayatkan oleh al-Bukhari menjelaskan beberapa tanda akan terjadinya kiamat: diangkatnya ilmu; kebodohan merajalela; khamr jadi minuman; zina dilakukan secara terang-terangan. Dalam hadits lain yang juga diriwayatkan oleh al-Bukhari terdapat tambahan: jumlah wanita lebih banyak dari pria hingga 50 banding 1; seorang pembantu melahirkan tuannya (ibu menjadi pembantu di rumah anaknya sendiri). Dalam hadits lain menyebutkan : tanda pertama kiamat adalah, munculnya api yang memaksa manusia bergerak dari wilayah timur untuk berkumpul di wilayah barat.

Hanya Allah yang mengetahui kapan waktu pasti terjadinya kiamat. Manusia hanya bisa mengira berdasarkan kemampuan yang mereka miliki dan indikator-indikator yang disampaikan oleh Nabi SAW. Bila perkiraan itu hanya didasarkan pada ramalan-ramalan mistik, tentu itu merupakan salah satu bentuk kebodohan yang menjadi tanda akan terjadinya kiamat itu sendiri; menetapkan kapan waktu pasti terjadinya kiamat juga merupakan bentuk kekufuran, karena mengambil alih ranah pengetahuan yang sebenarnya hanya milik Allah.

Di sisi lain, perlu juga mempertimbangkan indikator-indikator akan terjadinya kiamat yang disampaikan Rasulullah SAW dalam sabda-sabdanya. Apakah ada dari tanda-tanda itu yang telah menjadi fenomena umum dalam tradisi dan budaya masyarakat dunia saat ini? Jika ada, siapa yang bisa memastikan bahwa kiamat tidak terjadi pada tahun 2012?

Rasulullah SAW sendiri, seorang Nabiyullah yang selalu ditemani oleh malaikat Jibril, tidak berani, menetapkan kapan pastinya kiamat akan terjadi. Ketika seorang Badui datang kepada beliau seraya bertanya, “Wahai Rasulullah, kapan Kiamat?”

Rasulullah balik bertanya, “Apa yang telah engkau persiapkan untuk menghadapinya?”

Orang itu menjawab, “Wahai Rasulullah, aku tidak punya persiapan apa-apa kecuali rasa cinta yang besar kepada Allah dan Rasul-Nya.”

Rasulullah kemudian bersabda, “Engkau bersama siapa yang engkau cintai,”(HR. Al-Bukhari).

Nah, Rasul saja tidak berani menjawab kapan kiamat akan tiba, karena memang beliau tidak mengetahui kepastiannya. Terus sekarang moso kita harus percaya sama orang yang bilang kiamat tahun 2012?


Sumber: 
Kerajaan Al-Qur’an/Hudzaifah Ismail/Penerbit: Penerbit Almahira/2012
mila/islampos
Redaksi ISBAD